Ponpes Raudhatut Thalibin Bone Bone

Bone Bone Baraka Enrekang, Sulawesi Selatan

Profil Pesantren

Pondok Pesantren tahfizul Qur’an Raudhatut Thalibin Bone Bone didirikan pada tahun 2021 yang dipelopori oleh para tokoh masyarakat desa Bone Bone. Perjuangan panjang yang tiada henti yang dilakukan perintis awal pesantren Raudhatut Thalibin membuahkan hasil yang terus menurus perlu disyukuri, karena, awal perintisan dan pembanguna pesantren Raudhatut Thalibin Bone Bone tidaklah langsung berdiri seperti yang kita saksikan hari ini, namun butuh waktu dan proses sampai seperti yg kita saksikan hari ini. Berawal di Masjid dengan bertemunya para tokoh masyarakat desa Bone Bone dalam rangka membahas pembanguna yayasan dan Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Bone Bone. Diawali dengan langkah-langkah sederhana yakni silaturrahim ketokoh-tokoh masyarakat, pemerintah dan para warga desa Bone Bone yg tinggal di desa bine Bone maupun yg diluar,kemudian ditindak lanjuti dengan mengumpulkan masyarakat dan para tokoh masyarakat untuk membahas kesadaran bersama tentang pentingnya mendirikan sebuah lembaga dalam bentuk Pondok Pesantren yang menjadi pusat kendali dari kegiatan-kegiatan dakwah yang sudah berjalan dan tempat mendirikan lembaga pendidikan yang dapat menampung anak-anak yang ingin belajar mendalami ilmu agama dan menghafal Al Qur’an, sekaligus keberadaan lembaga pesantren menjadi suaka generasi yang membentengi mereka dari serangan-serangan budaya sekuler yang cenderung memperutkan hawa nafsu. Atas izin Allah Pesantren Raudhatut Thalibin Bone Bone bekerjasama dengan para tokoh dan pemerintah dan seluruh masyarakat desa Bone Bone yg tinggal di dalam maupun diluar desa Bone Bone untuk mewujudkan niat tersebut dengan mendirikan beberapa banguna diatas lahan kurang lebih 2 hektare

Visi Pendidikan

Menjadi Lembaga Pendidikan Yang Mencetak Generasi Qur’ani Yang Berprestasi dan Bermanfaat Bagi Ummat

Visi Pendidikan

Misi pondok pesantren Raudhatut Thalibin Bone Bone dalam mewujudkan visinya adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki hafalan yg mutqin
  2. Cakap dan menguasai dasar bahasa arab
  3. Memahami dasar-dasar ilmu syar’i
  4. Membentuk muslim dan muslimah berakhlaqul karimah.
  5. Pengajar yang ahli pada bidangnya berkompeten dalam mendidik dan mengasuh
  6. Mengikut pada manhaj salafus shalih.